Enam Muslim Pionir di Sepakbola Prancis

Enam Muslim Pionir di Sepakbola Prancis -Perancis ikut terguncang oleh pengakuan polemis Presiden Emmanuel Macron untuk 2 Oktober 2020. Dia mengatakan akan memutuskan undang-undang (UU) mengenai sekularisme karena memandang Islam sekarang menjadi agama yang ada di tingkat kritis.

Pengakuan itu diperburuk dengan pidatonya untuk MPO Slot Online 21 Oktober 2020 sesudah timbulnya masalah pemenggalan Samuel Paty, guru riwayat di Paris, dengan seorang imigran muslim Chechen. Paty dibunuh sesudah memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad SAW di depan siswa-muridnya.

“Kita tidak hentikan kartun-kartun, beberapa gambar, bahkan juga bila lainnya menghentikannya. Si guru (Paty) dibunuh sebab dia sebagai wakil republik. Kami akan membuat perlindungan kebebasan yang Anda sampaikan serta kami akan membawakan sekularisme,” cetusnya di Kampus Sorbonne, dinukil Euronews, 21 Oktober 2020.

Pidato Macron juga memetik hujatan, terhitung dari pemerintahan Indonesia. Karikatur Nabi Muhammad dipandang penodaan serta penghinaan pada figur paling disegani dunia Islam.

Terlahir di Alger, Aljazair untuk 23 Juli 1907, Benouna terdaftar menjadi pemain muslim serta peranakan Afrika Utara pertama yang bermain di Liga Prancis. Ia bahkan juga menjadi yang pertama menempati timnas (tim nasional) Prancis, untuk 1936.

Benouna mengawali profesinya di Prancis semenjak Juli 1930 bersama club FC Sète. Saat itu tim-tim Prancis mengawali trend mengambil pemain dari Aljazair serta Maroko.

“Semenjak 1929 FC Sète serta Olympique Marseille jadi club ahli mengambil beberapa pemain dari Arika. Sepanjang musim 1933-1934, pemain sayap cemerlang Ali Benouna berjasa bawa FC Sète memenangkan dua gelar (Coupe de France serta liga) serta jadi pemain Afrika Utara pertama yang dipilih masuk tim nasional Prancis,” catat Claude Boli dalam “African Sports Personalities and the African Diaspora in Europe” yang termuat dalam buku Sport in the African World.Benouna terdaftar cuman 2x bela panji triwarna Prancis di bawah bimbingan pelatih dari Inggris, Gabriel Sibley ‘Kid’ Kimpton. Data FFF (induk sepakbola Prancis) membuka, kiprah Benouna berlangsung untuk 9 Februari 1936 di stadion Parc des Princes, Paris.

Dalam pertandingan pertemanan melawan Cekoslovakia itu, Prancis menerima kekalahan 0-3. Pertandingan ke-2 cum paling akhir Benouna dijalani dalam pertandingan pertemanan melawan Belgia di Stade Olympique de Colombes, 8 Maret 1936. Prancis menang 3-0.

Selebihnya, Benouna bertualang di tingkat club. Kecuali bersama FC Sete, dia perkuat US Boulougne untuk 1936-1937, Stade Rennais satu tahun selanjutnya serta akhiri profesi untuk 1939 di RC Roubaix.

error: Content is protected !!