Empat Jenis Jarahan Inggris dari Keraton Yogyakarta

Empat Jenis Jarahan Inggris dari Keraton Yogyakarta – Wawasan pengembalian benda jarahan Inggris dari Keraton Yogyakarta habis Gempar Sepehi untuk Juni 1812 tengah ramai dibicarakan. Yang paling membuat gempar, turunan Sultan Hamengkubuwono II menyebutkan ada 57.000 ton emas yang diambil dari keraton.

Dalam diskusi riwayat “Repatriasi Benda Monumental dari Negeri Penjajah” live di aliran Situs Slot Online Terpercaya Youtube serta Facebook Historia, Rabu, 5 Agustus 2020, sejarawan Mengenal Judi Bola Online Terbaik 188max Peter Carey menyebutkan ada empat macam benda yang dijarah Inggris dari Keraton Yogyakarta.

Macam pertama ialah manuskrip atau naskah-naskah kuno dari keraton. Ada 45 naskah yang diambil oleh Thomas Stamford Raffles. Ini dijumpai dari surat sekretaris Raffles yang menyebutkan naskah-naskah ini.Macam ke-2 ialah uang emas serta uang perak sebesar 800.000 dolar Spanyol. Uang ini diambil untuk bayar sokongan atau prize money untuk perwira-perwira yang tidak meninggal dalam perang.

“Setengah, 400.000 diberi (ke perwira-perwira) serta 400 ribu dikirimkan ke Benggala (India). Untuk bayar sokongan dari prajurit serta perwira yang punyai keluarga,” kata Peter Carey. Dalam gempuran ke Keraton Yogyakarta itu, Inggris mengeluarkan seputar seribu prajurit yang sejumlah besar pasukan Sepehi dari India.Peter Carey menerangkan, 800.000 ribu dolar Spanyol untuk saat itu sama dengan 150.000 poundsterling. Serta dengan kurs sekarang ini nilai 150.000 poundsterling sama dengan 11,5 juta poundsterling.

Macam ke-3 berbagai macam benda budaya dari wayang sampai beberapa benda berharga seni yang lain. “Ada perampasan beberapa benda budaya seperti keris. Tetapi keris Kanjeng Kyai Monggang serta Kanjeng Kyai Guntur Madu tidak diambil,” kata Peter Carey.

Macam ke-4 sesudah sukses membobol Benteng Baluwerti yang melingkari keraton, batu-batuan dari reruntuhannya diangkut ke Pulau Bangka untuk membangaun Benteng Ford Muntok di Pulau Bangka.

“Inggris ambil seluruh batu-batuan dari Baluwerti yang telah roboh. Mengusungnya ke Pulau Bangka lewat Semarang. Agar mereka dapat bangun Benteng Ford Muntok di Bangka,” kata Peter Carey.

Ke-4 macam jarahan itu yang diambil Inggris dari Keraton Yogyakarta habis Gempar Sepehi 1812. Tidak ada emas 57.000 ton. Saat itu, kemenangan penting Inggris ialah jatuhkan Sultan Hamengkubuwono II serta mengasingkannya ke Pulau Pinang (Penang, Malaysia). Inggris selanjutnya mengusung kembali lagi anaknya, tidak lagi selaku pangeran wali tetapi sultan yang resmi, yakni Sultan Hamengkubuwono III.

error: Content is protected !!