Deretan Bank yang Juga Pernah Dibobol Karyawannya

Industri keuangan terutamanya bank beberapa waktu paling akhir digemparkan dengan informasi hilangnya uang punya olahragawan esport winda lunardi atau winda earl sebesar rp 20 miliar yang berada di rekening maybank kepunyaannya. Selama ini. Hasil penyidikan memutuskan kepala cabang maybank cipulir. Tempat winda mengatur pembukaan rekeningnya. Selaku terdakwa. Kepolisian masih mempelajari masalah ini untuk mendapati bukti atau bahkan juga terdakwa baru yang terjebak dalam masalah fraud ini.

Rupanya. Masalah pembobolan rekening nasabah perbankan kerap berlangsung di indonesia. Sejumlah besar. Pembobolan bank itu dikerjakan oleh pegawainya sendiri. Saat sebelum maybank. Di bawah ini daftar bank lain jang pernah merasakan masalah sama. Berikut ringkasan liputan6.com. Selasa (10/11/2020):

  1. Malinda dee – citibank

Berdasar catatan liputan6.com. Malinda dee yang disebut pegawai citibank ini menjebol dana pelanggan. Tidak main-main. Dia memakai dana pelanggan sepanjang 4 tahun saat memegang selaku senior relation manajer citigold citibank.

Pada kurun waktu januari 2007 sampai februari 2011. Malinda sukses memakai dana punya 37 nasabah citigold citibank serta menggunakan uang beberapa puluh miliar mereka tiada izin untuk kepentingan individu.

Malinda lakukan 117 transaksi bisnis perpindahan dana tiada izin pemilik rekening. Itu terbagi dalam 64 transaksi bisnis dalam rupiah sebesar rp 27.36 miliar. Serta 53 transaksi bisnis dalam dolar amerika serikat sebedar usd 2.082.427.

Bila ditotal. Karena itu prediksi uang citibank yang diambil malinda dari beberapa puluh nasabahnya capai rp 46.1 miliar.

Maria pauline lumowa serta adrian waworuntu dipastikan bersalah atas skandal pembobolan kas bank bni cabang kebayoran baru lewat letter of kredit (l/c) atau surat credit fiktif.

Pada masa oktober 2002 sampai juli 2003. Maria ajukan 41 surat credit sebesar usd 136 juta serta 56 juta euro atau sebesar dengan rp 1.7 triliun dengan kurs waktu itu untuk pt gramarindo grup punya maria pauline lumowa serta adrian waworuntu. Surat credit itu disertakan dengan 8 dokumen export fiktif. Yang seakan-akan perusahaan itu sudah lakukan export. Tindakan itu mulus dilancarkan oleh maria diperhitungkan sebab memperoleh kontribusi dari ‘orang dalam’ sebab bni masih tetap menyepakati agunan l/c dari dubai bank kenya ltd.. Rosbank switzerland. Middle east bank kenya ltd.. Serta the wall street banking corp yang bukan bank reportersi bank bni.

Mengetahui jika ada sesuatu hal yang meresahkan dari transaksi bisnis itu. Lalu faksi bni lakukan penyelidikan pada transaksi bisnis keuangan pt gramarindo grup serta merasakan jika perusahaan itu tidak sempat lakukan export.

Sangkaan l/c fiktif ini selanjutnya disampaikan ke mabes polri. Tetapi maria pauline lumowa telah terlebih dulu terbang ke singapura pada september 2003 alias satu bulan saat sebelum diputuskan selaku terdakwa oleh team spesial yang dibuat mabes polri.

Iman patriuddin serta ruzi andi harahap. Pelaku yang bekerja di bank bni jadi tersangka skandal pembobolan bank plat merah sebesar rp 65 miliar. Iman adalah penyuplai marketing usaha kantor cabang bni tangerang. Sesaat ruzi memegang selaku orang kepercayaan imam. Di tahun 2000. Mereka berdua memperoleh pekerjaan perpanjang credit modal kerja (kmk) untuk 20 debet. Rupanya. Ada 14 debitur yang mendapatkan dana semakin besar dari keperluannya (over finance) sejumlah rp 29.8 miliar dari peruntukan rp 54.5 miliar dana credit. Dikerjakan dengan pemalsuan tanda-tangan. Surat serta yang lain.

Sesudah proses hukum berjalan. Mereka berdua dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dengan uang alternatif rp 54 miliar pada 19 februari 2007. Tetapi. Tuntutan ini tidak disanggupi seutuhnya karena pengadilan negeri (pn) tangerang cuman jatuhkan vonis 4.5 tahun tiada uang alternatif pada 5 maret 2007 lalu.

Nama ani fatini jadi tersangka skandal penilapan uang nasabah bank jawa timur rp 7.7 miliar. Ani memegang selaku kepala bank jawa timur unit keppo. Kecamatan galis. Pamekasan waktu memperlancar laganya.

Dalam sidang vonis selasa (7/7/2020) lalu. Ani dijatuhkan hukuman 4 tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim pengadilan negeri pamekasan.

Uang nasabah yang digelapkan didapat dari dana perseorangan sampai dana dusun (dd). Nominalnya dimulai dari rp 30 juta. Rp 50 juta untuk dd. Sesaat. Uang nasabah perseorangan yang digelapkan terbagi dalam rp 250 juta sampai rp 800 juta. Uang yang ditilap ani dipakai untuk kepentingan individu seperti beli tas serta mobil eksklusif sampai ‘membantu’ suaminya jadi anggota dprd.

Tabungannya bersama ibu di rekening maybank mendadak cuman sisa beberapa ratus ribu rupiah dari yang semestinya. Rp 20 miliar.

 

error: Content is protected !!